Guru dan Karyawan MIN 7 Sragen

Terwujudnya Insan Yang Unggul Prestasi Berakhlaq Karimah dan Terampil

Gedung Utama MIN 7 Sragen

Alamat: Drugan, Trobayan, Kalijambe, Sragen

Kegiatan Intern MIN 7 Sragen dan Masyarakat

Kegiatan SWITTER Bersama Fakultas Kedokteran UMS dan Masyarakat Desa Trobayan

Kegiatan Intern MIN 7 Sragen dan Wali Siswa

Pembukaan Bazar Amal Oleh Komite Madrasah dan Pengawas Madrasah

Kegiatan Intern MIN 7 Sragen

Pembukaan Bakti Sosial dan Pengobatan Gratis Bersama SWITTER dan MIN 7 Sragen

Guru dan Karyawan MIN 7 Sragen

Gedung Utama MIN 7 Sragen

Friday, March 25, 2016

Penerimaan Peserta Didik Baru 2016/2017

VISI :
Terwujudnya Insan yang unggul Prestasi, Berakhlaq Karimah, dan Terampil.

MISI :
  1. Menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas dalam pencapaian prestasi akademik dan non akademik;
  2. Meningkatkan pengetahuan dan profesionalisme tenaga kependidikan sesuai dengan perkembangan dunia pendidikan;
  3. Melaksanakankan pembelajaran dan pembiasaan ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari-hari;
  4. Mewujudkan pembentukan karakter Islami yang mampu mengaktualisasikan diri dalam masyarakat;
  5. Melaksanakan pendidikan ketrampilan sebagai bekal awal untuk melanjutkan pendidikan;
  6. Melestarikan budaya Islami yang mampu memberi sumbangan positif dalam kehidupan.
Madrasah Ibtidaiyah Negeri Trobayan menerima pendaftaran calon peserta didik baru tahun pelajaran 2016/2017 dengan ketentuan sebagaimana yang tercantum dalam brosur di bawah ini:


BROSUR BELAKANG


Jika membutuhkan info lebih lanjut dan lebih jelasnya silahkan datang langsung ke MIN Trobayan di alamat berikut:
Drugan, Trobayan, Kalijambe, Sragen

Thursday, March 24, 2016

MIN Trobayan Juara 2 Pesta Siaga Tingkat Kwartir Cabang Kabupaten Sragen 2016


     Lagi-lagi…………….MIN Trobayan yang sudah memiliki segudang prestasi, diperkaya lagi dengan keberhasilannya dalam meraih JUARA II Barung Putri dalam event Pesta Siaga Kawartir Cabang Kabupaten Sragen. 
     MIN Trobayan pada hari Rabu, tanggal 2 Maret 2016 bertempat di SD negeri Kroya Karang malang Kabupaten Sragen telah mengikuti kompetisi Pesta Siaga Tingkat Kwartir Cabang Kabupaten Sragen. MIN Trobayan mewakili Kwartir Ranting Kecamatan Kalijambe Kabupaten Sragen.
     Dengan 10 peserta pramuka siaga Gudep 18.1396 MIN Trobayan dibawah asuhan BINA DAMPING Kak Miftahul Jannah, S.Pd.I dibantu oleh Kak Suyatno, S.Pd.I, Kak Zubaidi Arrosid, S.Pd.I dan Kak Edi Supriyanto, dengan penanggunjawab Kak Gimin, S. Ag., M.Pd. selaku Kamabigus, dengan penuh semangat mengikuti lomba walaupun pada awalnya ada 3 anak yang sempat mendapat perawatan karena kehabisan tenaga, namun karena dorongan semangat yang luar biasa, sebanyak 14 warung kegiatan semuanya dilalui dengan penuh optimis.
     Detik-detik menegangkan, rasa was-was dan cemas dirasakan oleh seluruh tim disaat pengumuman dibacakan. Dan Alhamdulillah perjuangan semua tim tidak sia-sia, MIN Trobayan mendapat Juara 2 barung Putri dengan nilai 1.313 dari 20 kecamatan se-Kabupaten Sragen.
Dengan kemenangan ini akhirnya MIN Trobayan ditunjuk untuk mewakili Kwartir Cabang Kabupaten Sragen bersama Juara 1 dan Juara 3 untuk mengikuti Pesta Siaga Tingkat Binwil Karesidenan Surakarta yang akan dilaksanakan besuk pada hari Sabtu tanggal 26 Maret 2016 di Gondangwinangun Klaten. (gmn)

Wednesday, March 23, 2016

Kegiatan Sosial MIN Trobayan


      Madrasah tidak hanya sekedar mendidik anak didik untuk unggul akademik saja.Namun jauh lebih dari itu sikap social perlu ditanamkan sejak dini dengan harapan mampu memberi bekal agar  kelak memiliki sikap peduli terhadap sesama.Terkait dengan halter sebut MIN Trobayan pada hari Jum’at tanggal 12 Pebruari 2016 telah menghimpun dana social dari 339 siswa dan guru karyawan MIN Trobayan
    Serta beberapa wali murid untuk disumbangkan kepada Adik Ufairah yang karena kehendak Allah memiliki penyakit Atresia billier yang harus menghadapi operasi transplantasi hati.
     Dalam kegiatan penyerahan bantuan tersebut semua siswa dengan didampingi bapak/ibu guru secara bersama-sama berkunjung dan silaturahmi kerumah Adik Ufairah sekaligus menjenguk kondisi terkini kondisi AdikUfairah. (gmn)
 


Monday, February 29, 2016

Bhakti Sosial Bersama Fakultas Kedokteran UMS Surakarta

MIN Trobayan bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran UMS Surakarta menggelar kegiatan Bhakti Sosial dalam rangka Studi Wisata Islam Terbuka
senam LANSIA yang diikuti oleh Bapak/Ibu lansia desa Trobayan dan sekitarnya yang berjumlah kurang lebih 50 lansia, dengan antusias mengikuti senam lansia yang dipandu oleh Tim Puskesmas Kalijambe dan Tim Fakultas Kedikteran UMS Surakarta
setelah selesai senam, bapak/Ibu Lansia sarapan bersama (Bubur Kacang ijo), disinilah  sangat kelihatan kekompakan dan kerukunan antara satu dengan lainnya.
 Pemeriksaan kesehatan secara gratis oleh Tim Kedokteran UMS Surakarta
 Pengambilan Obat secara gratis yang telah disediakan oleh Tim Fak. Kedokteran UMS Surakarta
foto bersama keluarga besar MIN Trobayan dengan para mahasiswa fakultas kedokteran UMS Surakarta.

terima kasih para mahasiswa fakutas kedokteran UMS Surakarta, atas kerjasamanya, sungguh besar jasamu, dan kunanti kerjasama berikutnya.

Thursday, November 12, 2015

Sekolah Berawal Dari Pengisi Waktu Senggang

Sekolah berasal dari bahasa Latin yakni skhole, scola, scolae atauscholae yang berarti waktu lenggang atau senggang. Hal ini bermula dari kebiasaan orang Yunani zaman dahulu untuk mengunjungi seseorang yang dinilai pandai di suatu tempat tertentu untuk bertanya perihal yang ingin mereka ketahui. Kegiatan tersebut disebut scholaeyang memiliki makna 'waktu luang yang digunakan khusus untuk belajar hal tertentu'.
Kebiasaan tersebut mulanya dilakukan oleh para pria dewasa hingga akhirnya mereka mengajak anak-anak mereka kesana, terutama anak laki-laki yang nantinya juga akan menjadi ayah. Seiring dengan perkembangan zaman, sang ayah yang tidak lagi mampu untuk mengajak atau mengajarkan anaknya sesuatu di waktu luang tersebut mulai menitipkan sang anak kepada orang pandai tersebut. Semakin lama, anak yang dititipkan kepada seorang pandai tersebut semakin banyak hingga dibutuhkan tambahan bantuan orang.
Akhirnya sang anak banyak menghabiskan waktu bermain dan belajar di tempat orang pandai tersebut. Anak-anak tersebut belajar apa saja yang mereka perlukan hingga tiba waktunya mereka hidup sebagai pria dewasa sebagaimana lazimnya. Fungsi scholae matterna (pengasuhan ibu sampai waktu tertentu) pun berubah menjadi schola in loco parentis (lembaga pengasuhan anak di waktu senggang di luar rumah, sebagai pengganti ayah dan ibu) dimulai. Itulah mengapa lembaga semacam ini kemudian disebut ibu asuh atau 'ibu yang memberi pengasuhan dan ilmu pengetahuan' (almamater).
Seiring berputarnya roda waktu, semakin banyak orang tua yang mempercayakan anaknya pada lembaga pengasuhan seperti ini. Semakin banyak anak tentu saja semakin banyak orang pandai sebagai pengasuh dan pendidik diperlukan. Mereka kemudian mencari orang yang mau memberikan waktu luangnya untuk memberikan ilmu pengetahuan dalam ruang dan waktu tertentu. Atas jasa dan waktu yang mereka luangkan tersebut, para orang tua membayar sejumlah tertentu. Dari sinilah kemudian berkembang bentuk sekolah yang kita kenal sekarang dengan aturan-aturan tertentu dan sebagainya.

Sourch: Liputan6